Nadila Wantari - ナディラ・ワンタリ

Rasanya ga berlebihan kalo nyebutin x member yang 1 ini sebagai titisan R.A Kartini ataupun Dewi Sartika. Karena dia termasuk perempuan yang vokal menyuarakan perjuangan kaumnya seperti halnya para pahlawan tersebut. Dia yang berambisi di bidang hubungan internasional ini memiliki tekad ingin mengembangkan pendidikan anak lewat musik. Bahas Kenang kali ini akan membahas Nadila, si manja yang sempat tertinggal, namun berujung tangguh di penghujung karirnya di JKT48. Hingga menjadi sosok senior yang layak diperhitungkan untuk dijadiin motivator oleh para juniornya. Meskipun memiliki trauma terhadap ruang ICU, tapi dia cukup berani menghadapi berbagai tantangan kehidupan dengan bertransformasi menjadi leader populer untuk subunit JKT48 Acoustic. Caranya mengambil sikap atas grupnya tersebut, layak untuk diapresiasi. Tania hebat...!! 😏🔥
Nadila Cindi Wantari adalah anak Bogor berdarah Jambi yang lahir tanggal 23 September 1998 sebagai bungsu dengan sepasang kaka laki-laki n perempuan. Kegiatannya dalam bersosmedria seringkali dimonitori oleh ibunya. Meskipun diperlakukan layaknya anak kecil, tapi kelakuannya centil banget. Sebelum bergabung dengan JKT48, dia sudah terlebih dahulu malang melintang di dunia hiburan. Yang paling ikonik yaitu ujaran Tania hebat yang diambil dari scene sinetron yang pernah dibintanginya bersama Shania. Tapi sebenarnya, dia kurang nyaman dengan aktifitasnya sebagai pemain sinetron karena syutingnya berhari-hari dan dirasa menyita waktunya sebagai anak-anak. Sehingga dia hanya bermain sinetron sampai usia SD saja. Sebelum resmi menjadi member gen 2, Nadila sempat mengikuti audisi gen 1, namun belum lolos. Meskipun jarang menjadi pilihan utama, tapi Nadila termasuk salah 1 member pembentuk tim KIII awal. Nadila kurang begitu dikenal sampai tiba di masa dia menentukan minatnya di musik dengan menjadi seorang gitaris. Dia begitu mudah dikenali dari caranya memainkan gitar, yakni secara kidal. Beberapa fans menyebutnya sebagai Moldynya JKT48. Nadila yang hanya mentok di undergirls, menjadi satu-satunya gen 2 tersisa yang belum pernah merasakan senbatsu. Sampai akhirnya mendapatkan jatah di single original, Rapsodi setelah menempati posisi 5 SSK. Sebelum JKT48 merilis single original, secara duluan dia bersama JKT48 Acoustic telah merilis lagu original di luar 48 Group dengan judul Lantang. Di akhir perjalanannya, JKT48 Acoustic yang dia sebut ga akan ada regenerasinya ini juga merilis lagu Cinta Remaja. Namun Cinta Remaja ini belum sempat dibuatkan videoklip seperti Lantang. Sebelum pengumuman restrukturisasi, Nadila mutusin buat lulus bersama Beby, Desy, Frieska n Rona yang acaranya dihelat berbarengan dengan konser JKT48 9th Anniversary Sol/Luna. Konser tersebut diadakan tanpa adanya penonton offline, dampak dari adanya pandemi. Nadila n Rona pun disebut sebagai penghuni terakhir pulau matahari/gen 2 penghabisan.
"Pawpaw... Pawpaw... Pawpawpaw... Suaraku akan mengguncang hatimu. Namaku Nadila!" adalah jikoshoukainya Nadila. Sebelum masuk JKT48, Nadila udah kenal sama Shanju yang pernah terlibat dalam sinetron yang sama dengannya. Nadila juga merupakan temen SMP-nya Indah gen 3 (bukan gen 9 ya 🙃). Dia juga temen dekatnya Delima sewaktu masih kecil. Sementara untuk rekan segenerasinya, dia dekat dengan Yupi yang pernah seunit di US Jangan Panggil Diriku Idol. Mereka sering disebut YuNad. Mereka juga tergabung dalam Zoo Fever bersama Acha, Della, Hanna, Ikha, Nat n Sinka yang membawakan US Kebun Binatang Saat Hujan. US tersebut berhasil meraih juara 1 Request Hour 2016. Selanjutnya, dia mulai dekat dengan Rona yang setelahnya dipersatukan dengan Aurell n Sisca di tim KIII. Mereka pun membentuk subunit JKT48 Acoustic. Nadila juga memiliki kedekatan dengan Rachel, rekan segenerasinya yang seringkali dipisahkan tim namun punya segmen Membela di JKT48 TV. Menurut pengakuannya, Rachel adalah rekan yang paling aman untuk buka-bukaan rahasia. Karena mereka ga akan saling ngejudge atas apapun hal yang dirasa bodoh oleh satu sama lain. Nadila pernah ikutan SSK sebanyak 6x dengan rincian tagline Ayo Lestarikan Budaya Bangsa (gagal), Yang Bikin Happy (gagal), Yossha Ikuzo! (rank #20), Kebahagiaan yang Lain (gagal), Giliran Aku (rank #23) n One More Push (rank #5).
Nadila pernah menampilkan lagu Ekor Malaikat, Jangan Panggil Diriku Idol, Tsundere, Kebun Binatang Saat Hujan, Musim Panas Yang Kacau, Blue Rose, Return Match, Maafkan Hai Permataku, Pencuri Cinta Pertama, Benang Sari Putik dan Kupu-kupu Malam, Lagu 18 Bersaudari, Warna Cinta, Jika Aku Di Pelukmu, Bunga Matahari, Virus Tipe Hati, Christmas Rose Musim Panas, Natasha Yang Kucinta, Gadis Yang Celaka n Faint. Ada sebuah kejadian di lagu Jangan Panggil Diriku Idol sewaktu dia masih trainee. Di mana dia lari dari stage karena merasa kebelet ingin ke toilet. Nadila juga pernah ikutan variety show JKT48 School, JKT48 Ramadhan Charity Project, Buka-bukaan Sebelum Buka, JKT48 Battle Team bersama tim berbadan pendek (yang terdiri darinya, Ariel, Eve, Melati, Rona, Shalza, Yori, Yupi n Zara) juga tim rambut panjang (yang terdiri darinya, Celine, Desy, Dey, Eli, Eve, Rachel, Shani n Sisca), JKT48 Variketry Show sebagai Leoneng hingga menjadi guru undangan di JKT48 School setelah lulus dari JKT48. Selain itu, Nadila juga punya segmen exclusive di JKT48 TV bertajuk Membela (Membedah Lagu JKT48) yang dia jalankan bersama Rachel. Namun semenjak Rachel graduate, dia kerapkali mengundang member lainnya untuk membahas tentang lagu pilihan member yang dia undang. Nadila juga termasuk member yang paling sering ke Rumah Uma. Terhitung sebanyak 4x, 2 secara sendiri n 2 lagi bersama JKT48 Acoustic yang salah satunya bersama Shani. Dan dikarenakan dia menjadi member yang telah membawakan seluruh US yang ada di setlist Bel Terakhir Berbunyi. Dia pun akhirnya memilih untuk membawakan setlist tersebut kembali di acara last shownya.
Hobinya Nadila adalah membaca, menari tarian tradisional, menyanyi n bermain gitar. Selera musiknya adalah lagu-lagu bergenre pop n jazz. Musikus favoritnya adalah Demi Lovato, Taylor Swift, Ariana Grande, Owl City n Pee Wee Gaskins. Banyak fans yang merasa bahwa stylenya itu mirip-mirip seperti Taylor Swift n Ariana Grande. Sedangkan novel yang disukainya rata-rata bergenre drama. Menurutnya, menonton n membaca adalah aktivitas yang pas untuk memaafkan diri sendiri. Si penyuka warna biru muda n oranye ini menyukai boneka Barbie dan Telletubies. Nadila yang termasuk si pecinta kopi yang alergi buah nanas ini kurang menyukai susu. Tapi lain cerita jika rasanya strawberry. Nadila yang suka berpetualang memiliki cita-cita ingin menjadi presenter acara petualangan. Sekarang, kegiatan Nadila sebagai penampil berlanjut setelah keluar dari JKT48. Misalnya menjadi model videoklip lagu Khayalan milik Rieka Roslan bersama Rona juga videoklip St. Loco untuk lagu Akhir Setiap Mula. Selebihnya dia lalui dengan menjadi singer dengan lagu-lagu berjudul Reminisce, Suar, Ambang n Lantang yang dijadiin 1 dalam EP Nyawa. EP tersebut juga terdapat versi akustiknya. Nadila juga mengcover Jangan Lagi milik Wong Band, berduet dengan Drive di lagu Anomali dalam 2 versi hingga single Fase yang videoklipnya berkesinambungan dengan Akhir Setiap Mula milik St. Loco. Nadila kini dinaungi oleh label Triple X Music. Nadila juga sering mengisi konten YouTube bersama Typicals, yakni JKT48 Acoustic yang berganti nama. Mereka memakai akun yang sebelumnya dipakai oleh Saktia n Rachel untuk mewawancarai x member lainnya dengan tema seROOMate.
Sekiranya segitu kali yang gue tau dari Nadila gen 2, selebihnya mungkin Nadilavatic lebih tau. Next, gue bahas yang lain lagi. Tentunya, nantikan aja di Bahas Kenang berikutnya. _Punya oshi bukan alesan enggan ngebahas yang lain, apalagi kalo sampai ngelewatin hal yang menarik buat di-BAHAS namun sekedar untuk di-KENANG_ #BahasKenang #25Cosmos #Mutiangelazizi #Anintended #StayOn7

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Martha Graciela - マルタ・グラシエラ